Langsung ke konten utama

Politik dan Pemerintahan Indonesia

Indonesia menjalankan pemerintahan republik presidensial multipartai yang demokratis. Seperti juga di negara-negara demokrasi lainnya, sistem politik di Indonesia didasarkan pada Trias Politika yaitu kekuasaan legislatif, eksekutif dan yudikatif. Kekuasaan legislatif dipegang oleh sebuah lembaga bernama Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang terdiri dari dua badan yaitu DPR yang anggota-anggotanya terdiri dari wakil-wakil Partai Politik dan DPD yang anggota-anggotanya mewakili provinsi yang ada di Indonesia. Setiap daerah diwakili oleh 4 orang yang dipilih langsung oleh rakyat di daerahnya masing-masing.
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) adalah lembaga tertinggi negara. Namun setelah amandemen ke-4 MPR bukanlah lembaga tertinggi lagi. Keanggotaan MPR berubah setelah Amandemen UUD 1945 pada periode 1999-2004. Seluruh anggota MPR adalah anggota DPR, ditambah dengan anggota DPD (Dewan Perwakilan Daerah).[25] Anggota DPR dan DPD dipilih melalui pemilu dan dilantik dalam masa jabatan lima tahun. Sejak 2004, MPR adalah sebuah parlemen bikameral, setelah terciptanya DPD sebagai kamar kedua. Sebelumnya, anggota MPR adalah seluruh anggota DPR ditambah utusan golongan. MPR saat ini diketuai oleh Taufik Kiemas. Anggota MPR saat terdiri dari 550 anggota DPR dan 128 anggota DPD. DPR saat ini diketuai oleh Marzuki Alie, sedangkan DPD saat ini diketuai oleh Irman Gusman.
Lembaga eksekutif berpusat pada presiden, wakil presiden, dan kabinet. Kabinet di Indonesia adalah Kabinet Presidensial sehingga para menteri bertanggung jawab kepada presiden dan tidak mewakili partai politik yang ada di parlemen. Meskipun demikian, Presiden saat ini yakni Susilo Bambang Yudhoyono yang diusung oleh Partai Demokrat juga menunjuk sejumlah pemimpin Partai Politik untuk duduk di kabinetnya. Tujuannya untuk menjaga stabilitas pemerintahan mengingat kuatnya posisi lembaga legislatif di Indonesia. Namun pos-pos penting dan strategis umumnya diisi oleh Menteri tanpa portofolio partai (berasal dari seseorang yang dianggap ahli dalam bidangnya).

Lembaga Yudikatif sejak masa reformasi dan adanya amandemen UUD 1945 dijalankan oleh Mahkamah Agung, Komisi Yudisial, dan Mahkamah Konstitusi, termasuk pengaturan administrasi para hakim. Meskipun demikian keberadaan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tetap dipertahankan.
http://www.indonesia.go.id

---
emang rumit banget ngomongin politik, so buat flow aja, biar ga rumit

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Sekolah Baru "SMAN 1 Banjar"

SMA Negeri 1 Banjar .. inilah sekolah baru ku, ngga ada seuatu yang spesial yang aku rasa di sekolah ini, yang ada malah kebayang sama SMP terus. Mungkin masih perlu adaptasi. Amel, Elin, Wulan!!! aku kangen kalian! sampai saat ini, SMPN 1 Banjarsari adalah sekolah terpewe yang aku masuki. ini juga di betah2in, soalnya kan ada mamah, mamah ku kan ngajar disini, tapi aku pengen berdiri disini tanpa orang lain :) aku ada nih foto2 SMA, tapi aku upload yang SMP dulu yaa. SMPN 1 Banjarsari (SMP Negeri 1 Banjarsari (fotonya jelek yaah? mohon di maklum, masih amatiran, hehe) SMAN 1 Banjar (ancur yahh? ga papa laah.. ini tuh difoto pas udah pulang, kan ga boleh bawa hp.) Cukup segini deeh postingan kali ini, next bakalan diisi sama yang lebih bermutu. hehe *aku ngisi blog ini ngga semata mata buat iseng, tapi buat menuhin tugas penyeleksian pengurusOSIS, ssstt.. jangan bilang bilang.

X.8 XBe atau apalah kelas aku pokonya!

Kelas X.8 SMA 1 Banjar, skarang udah rada rada bisa adaptasi, walaupun banyak banget pelajaran yang Olympiade (padahal Remed maksudnyaa). Kalo aku udah bawa laptop ke kelas, terus buka Webcam, tau ngga apa yg bakalan kjadian? semua anak2 cewe X.8 bakalan ngumpul, apalagi temen aku yang satu ini panggil aja DP ya, wah pedee banget! makanya file picture laptop aku penuh, kalo mau dihapus.. jangan deh, soalnya ada foto akunya juga, naah aku upload sini aja deh! nih nih niih... di foto foto ini tuh ada aku, jelas ituu (kalo mau tau aku, cari aja diantara foto foto diatas, cewe yang pake helm, itu aku)  ada Dwi, Kiki, Karista, Yasindi, Irma, Yunisa, Siti, Asih, Asep, Irfan, Marcel, Ferry, Resa, Tisa, tau siapa lagi deeh.. X.8 kan anak baik baik niih, sampe sampe jam pelajaran kosong tuh dimanfaatin buat foto foto bernarsis narsis ria, haha udah dulu deh, segini aja. *sorry ya buat temen temen yang udah aku cantumin namanya, tapi ga bilang bilang

Soal Sejarah (Folklore)

Soal! 1.        Jelaskan pengertian Folklore, baik menurut pendapat Alan Dundes, maupun pendapat secara umum! 2.        Sebutkan dan berikan dengan contoh cirri-ciri dari folklore! 3.        Jelaskan pengertian jenis Folklore dibawah ini dengan memberikan masing-masing dua contoh! a.        Mitologi b.       Legenda c.        Nyanyian Rakyat 4.        Apa saja yang termasuk dalam bagian dari folklore lisan, sebagian lisan, dan bukan lisan. Buatlah dengan menggunakan skema! 5.          Berikan penjelasan tentang fungsi dari : a.        Nyanyian rakyat b.       Legenda Jawaban: 1.       Folklor adalah tradisi lisan dari suatu masyarakat yang...